Sabtu, 10 Februari 2018

EKONOMI


Harga Sembako Melambung Tinggi Di Awal Tahun 2018 ?



Ketersediaan pangan dan keterjangkauan harga menjadi penunjang paling penting kestabilan ekonomi suatu negara. Dalam hal ini, sembako atau sembilan bahan makanan pokok merupakan kebutuhan yang wajib terpenuhi setiap harinya bagi masyarakat. Agar masyarakat bisa dikatakan cukup sejahtera, tentu stok sembako harus mencukupi.  Bahan makanan yang setidaknya harus tersedia adalah beras, minyak goreng, bumbu masak dan lain sebagainya harus tersedia.

Untuk harga sembako periode bulan ini sepertinya mengalami kenaikan harga, ini berimbas dari naiknya harga BBM yang diresmikan oleh pemerintah belum lama ini. Alhasil, dengan kenaikan harga BBM menjadikan harga tarif angkutan sembako untuk mengangkut beragam barang kebutuhan sehari hari akan naik. Ini yang menjadi penyebab harga kebutuhan bahan pokok atau sembako menjadi naik.

Sebenarnya bukan hanya karena BBM saja yang menjadi penyebab kenaikan harga sembako. Masih ada faktor lain yang bisa menimbulkan kenaikan harga barang bahan pokok setiap harinya, adanya musim yang kurang menguntungkan juga bisa menjadi alasan harga melambung tinggi. 

Akan tetapi, dari beberapa barang sembako tidak semua harganya naik, bahkan ada beberapa barang cenderung harganya stabil. Seperti misalnya harga minyak goreng, harga tomat dan juga harga kentang. Selain barang-barang tersebut, kemabyakan mengalamai kenaikan harga.



Harga Minyak Naik, Terkerek Lonjakan Permintaan BBM

Pada Januari lalu, kedua harga pembanding naik untuk lima bulan berturut-turut dengan kenaikan minyak Brent sebesar 3,3 persen dan WTI terkerek 7,1 persen. Hal ini merupakan awal yang kuat untuk harga Brent dalam lima tahun dan WTI dalam 12 tahun.

"Harga minyak naik hari ini karena OPEC kembali memperkuat komitmen untuk 2018," ujar Manajer Portofolio dan Direktur Pelaksana Tortoise Brian Kessens di Leawood, Kansas.


Berdasarkan hasil survei Reuters, produksi minyak oleh OPEC meningkat pada bulan lalu dari posisi terendah dalam delapan bulan terakhir seiring kenaikan produksi dari Nigeria dan Arab Saudi yang mengimbangi berkurangnya produksi Venezuela dan kuatnya kepatuhan terhadap kesepatan pemangkasan produksi OPEC.

"Kepatuhan OPEC di Januari telah ditingkakan namun masih ada pertanyaan yang muncul mengingat ada partisipasi yang lebih besar dari Venezuela," ujar partner Again Capital LLC John Kilduff di Newyork.

Produksi minyak di Venezuela turun di tengah krisis ekonomi. Berdasarkan survey Reuters, produksi minyak Venezuela pada Januari lalu sekitar 1,6 juta bph.

Di sisi lain, Badan Administrasi Informasi Energi AS (EIA) menyatakan produksi minyak AS telah melampaui 10 juta bph pada November untuk pertama kalinya sejak 1970.

"Kami memperkirakan produksi minyak mentah AS bakal tumbuh hampir satu juta bph lebih banyak dari tahun lalu pada 2018. Bersiaplah, karena AS berada di jalur menuju produsen minyak terbesar di dunia pada akhir tahun ini,"



PLN Rugi Jika Batu Bara Masuk Penyesuaian Tarif Listrik

JAKARTA, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN disebut akan merugi jika komponen harga batu bara dimasukkan dalam hitungan penyesuaian tarif (tariff adjustment) bersama tiga komponen lainnya, yakni harga minyak, inflasi bulanan dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Ketua Umum Serikat Pekerja PLN Jumadis Abda menilai, komponen harga batubara yang saat ini tengah mengalami lonjakan dikhawatirkan akan membuat tarif listrik naik dan menambah beban rakyat. Saat harga listrik naik, serapan listrik masyarakat juga diperkirakan akan turun, sehingga bisa memuat PLN ikut merugi karena tetap terbenani dengan banyaknya pembangkit yang harus tetap dibayar.

"Bukan hanya masyarakat yang rugi, PLN juga rugi karena sekarang ini pembangkit sudah surplus, sementara pemakaian masyarakat turun. Jadi masyarakat rugi, PLN juga rugi kala tarif listrik naik," ujar Jumadis, seperti dikutip dari Antara, Rabu (7/2).


Jumadis pun meminta pemerintah untuk mengendalikan harga batubara yang kian merangkak naik sehingga mengganggu kinerja keuangan perusahaan. SP PLN pun khawatir, dimasukkan komponen harga batubara dalam formula penyesuaian tarif justru membuat konsumen listrik dirugikan karena pemasukan harga batubara acuan (HBA) dalam penghitungan tarif hanya akan menaikkan biaya pokok produksi (BPP) listrik.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar